Jumat, 18 September 2015

KUFU' (kafa'ah) Dalam Pernikahan


Kufu' artinya; sama atau sepadan. Yang dimaksud disini ialah, kesepadanan antara calon suami dan istrinya baik dari status sosialnya, ilmunya, akhlaknya maupun hartanya. Persamaan kedudukan suami dan istri akan membawa kearah rumah tangga yang sejahtera, terhindar dari ketidak beruntungan, demikian gambaran yang di berikan oleh alhi fiqih tentang kafa'ah. Zaman sekarang sih orang lebih banyak yang mengutamakan harta dari pada ilmu, tanpa mereka sadari bahwa ilmu jauh lebih penting ketimbang harta yang berlimpah karena ilmu adalah penuntun amalan kita. Harta mereka jadikan ukuran status sosial, padahal itu sangat salah.

Lantas bagaimanakah hukum kafa'ah itu menurut Islam? Bagaimana prakteknya? Yuk sahabat fillah kita bahas lebih dalam masalah Kafa'ah ini.

Islam adalah agama fitrah, yang condong kepada kebenaran. Islam tidak membuat aturan tentang kafa'ah tetapi manusialah yang menetapkannya, karena itu lah mereka berbeda pendapat tentang hukum kafa'ah dan pelaksanaannya. Bahkan sampai ada para ulama yang merobek-robek aturan ini, baik disukai atau tidak, terutama sakali waktu-waktu seperti sekarang ini banyak sekali timbul pertentangan di dalam nya.
Firman Allah; "Sekiranya Al-Qur'an itu bukan dari Allah pastilah mereka mendapatkan banyak pertentangan di dalam nya". (QS. An Nisa' : 82)

Ibnu Hazm pemuka mazhab Zhahiriyah yang dikenal sebagai mujtahid mutlak, tidak mengakui adanya kafa'ah dalam pernikahan. Ia berkata; "Setiap muslim selama tidak melakukan zina boleh menikah dengan perempuan muslimah, siapapun orang nya asal bukan perempuan pezina."
Karena semua orang Islam adalah bersaudara, berdasarkan dengan firman Allah; "Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara." (QS. Al Hujarat : 10)
Dan firman_Nya 'Azza Wa Jalla pada ayat lain yang ditujukan kepada seluruh kaum muslimin; "Maka kawinilah wanita-wanita yang menarik hatimu." (QS. An Nisa' : 3)


Segolongan Ulama berpendapat bahwa kafa'ah itu patut diperhatikan, hanya saja disini yang menjadi ukuran ialah keteguhan beragama (istiqomah) dan akhlak nya. Bukan dari nasab (keturunan) nya, kekayaan, fisik ataupun sesuatu yang lain. Jadi bagi laki-laki yang shalih, sekalipun bukan dari keturunan yang terpandang ia boleh menikah dengan wanita muslimah mana pun. Dan laki-laki dengan pekerjaan yang di pandang rendah sekalipun, boleh beristri dengan wanita muslimah yang punya kedudukan tinggi. Laki-laki yang tidak punya pengaruh boleh menikah dengan wanita muslimah yang berpengaruh lagi tersohor. Tentunya asalkan dia seorang muslim dan pandai memelihara diri dari perbuatan keji, yang tetap berpegang teguh pada Diinnullah. Akan tetapi apabila laki-laki itu tidak teguh dalam menunaikan agamanya, maka tidak pantas lah ia menikahi seorang wanita yang shalihah.

Islam telah mengakui, bahwa manusia pada asalnya dan nilai kemanusiaannya adalah sama. Dan bahwa tidak seorang pun yang lebih mulia dari pada yang lain, kecuali dengan tingkat ketaqwaannya kepada Allah 'Azza Wa jalla, dengan menunaikan kewajibannya kepada Allah dan kewajibannya kepada manusia.
Firman Allah; "Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu" (QS. Al hujarat : 13)

 At-Tirmidzi telah meriwayatkan sebuah hadits dengan sanad hasan dari Abu Hatim, bahwa Rasulullah saw. bersabda; "Apabila datang kepadamu sekalian orang yang kamu sukai agamanya dan akhlaknya, maka kawinkanlah dia. Kalau itu tidak kamu lakukan, maka akan menimbulkan fitnah dan kerusakan besar di bumi". para sahabat bertanya: "Ya Rasul Allah, kalau terdapat padanya.....(cacat)?". Rasulullah saw menjawab: "Apabila datang kepadamu orang yang kamu sukai agamanya dan akhlaknya, maka kawinkanlah dia." Demikian kata Rasulullah saw sampai tiga kali."

Sahabat Fillah, arah pembicaraan dalam hadits di atas adalah di tujukan kepada para wali atau siapa saja yang ada dalam perwalian seorang wanita.  Hendaknya agar mereka mengawinkan  anak-anak perempuan  mereka, dengan seorang laki-laki muslim yang telah datang melamar dan dipercayai bahwa ia seorang yang taat beragama dan berakhlak mulia. Karena jika hal itu tidak dilakukan, yakni pelamar yang sebaik itu di tolak, bahkan malah lebih suka kepada orang yang berpangkat, bernasab, dan berharta. Maka yang akan terjadi malah akan timbul fitnah, huru-hara dan kerusakan yang tidak berkesudahan di dunia ini.

Sahabat Fillah, maka jelaslah bahwa prinsip dasar dalam memilih jodoh yang di kehendaki Islam ialah istiqomah beragama dan berakhlak mulia. Bahwa kemegahan, harta, nasab, fisik dan lain sebagainya semua itu tidak diakui Islam. Karena dalam pandangan Islam semua manusia itu adalah sama, kelebihan antara seseorang dengan yang lainnya hanyalah didasarkan pada ketaqwaannya kepada Allah.

Sahabat fillah, jika kriteria itu yang sudah kita pegang dalam memilih calon pendamping, maka yakinlah kenikmatan dunia yang lainnya sudah pasti kita dapatkan di dalam berumah tangga, yakni berupa rumah tangga yang Sakinah Mawaddah Warrohmah. Semoga kita termasuk di dalam golongan hamba_Nya yang bertaqwa dan berakhlak mulia, dan diberikan jodoh yang terbaik.
Aamiin Ya robbal 'Alamiin.

Selasa, 01 September 2015

"FRIENDSHIP LOVE IT" CARA ASYIK MEMBINA PERSAHABATAN DENGAN BAIK

"Apabila kalian memiliki teman yang membantumu dalam ketaatan, maka genggam erat tangannya. Karena mendapatkan seorang sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya itu mudah." (Imam Syafi'i)

Dzunnun  Al-Misri berkata, "Bersahabatlah dengan orang yang dengan melihatnya, engkau mengingat Allah. Wibawanya ada dalam hatimu, ucapannya menambah amalmu, amalnya menambah zuhudmu, dan ketika engkau berdosa maka ia menasehatimu dengan perbuatannya, sebelum menasehatimu dengan ucapannya." (Shifah al-Shafwan 2/445)





Setiap kita tentunya memiliki sahabat, berbagai kesan dan makna menghias lembaran ceritanya, mereka ada untuk mewarnai hidup kita. Alangkah indahnya dunia jika kita bisa memiliki sahabat untuk berbagi suka duka bersama tanpa memandang suku, ras, pangkat, jabatan atau hal-hal yang bersifat fisik semata. Karena perbedaan pemikiran dan pemahaman bukanlah penghalang dalam sebuah ikatan persahabatan, justru dengan perbedaan akan saling melengkapi satu sama lain, laksana bunga dalam satu taman, semakin berfariasi akan semakin indah dilihat. Apalagi persahabatan yang dilandaskan karena Allah,, duh betapa indah nya jalinan ukhuwah islamiyah tersebut.
Sahabat fillah,, nih ada beberapa tips bersahabat yang asyik,, yuk disimak ya.....;
   
 IKHLAS MENJADI TEMPAT SAMPAH

Salah satu fungsi sahabat adalah tempat berbagi. Sudah sewajarnya saat sahabat kita sedang memiliki masalah, kitalah tempat keluh kesahnya, tempat melepaskan tangisnya, tempat curahan hati untuk meringankan bebannya, Jangan pernah mencela saat sahabat kita ada masalah. Beri dia kesempatan tuk menceritakan segala hal yang ingin diceritakannya, pastikan kita adalah orang yang di percaya. Saat sahabat kita mau berbagi dengan kita, itu tandanya dia telah menaruh kepercayaan kepada kita, maka menjadi kewajiban kita tuk menjaga kepercayaan itu. Ada beberapa hal yg harus diperhatikan agar sahabat kita bisa nyaman menjadikan kita tempat berbagi, diantaranya;
  •  Jangan pernah membiarkan sahabat kita terlena dengan masalahnya kemudian terjerumus ke dalam kesedihan yang berlarut-larut. Oleh sebab itu kita yang seharusnya bisa berfikir lebih rasional daripada emosional. 
  • Jangan pernah mengambil sikap atau pun perbuatan secara tergesa-gesa. Berfikirlah dengan kepala dingin dan tenang. Dalam ketenangan ada keselamatan dan dalam ketergesa-gesaan ada penyesalan.
  • Jangan berbuat tidak adil dengan membenarkan semua hal yang kita dengar, sampai diketahui kebenaran yang sesungguhnya.
  • Saat sahabat kita sedang di puncak emosi, kita jangan menjadi bumbu penyedap kemudian ikut-ikutan menggunjing,, karena itu dosa..!
  • Memberi nasehat kepada sahabat kita agar berserah diri kepada Allah. Berilah nasehat yang dapat mengurangi kesedihan, kemarahan, dan ketakutannya.
  • Harus netral, jangan pernah memihak. Jangan karena dia sahabat kita kemudian kita jadi berat sebelah, dan membenarkan semua tindakannya.
  • Berikan waktu atau kesempatan yang banyak untuk sahabat kita, dengan membiarkannya menyampaikan semua yang mengganjal dan membebani hati nya. Jangan menjadi orang yang terlalu banyak bicara, tapi jadilah orang yang banyak mendengar.

 MENJADI PENDENGAR YANG BAIK

Berkaca pada diri sendiri saat kita sedang ada masalah, bukankah kita juga perlu seseorang tuk mendengarkan semua keluhan kita. Allah menganugerahkan kepada kita dua telinga dan satu mulut, itu artinya kita harus lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Ibnu Muqaqa’ dalam A-adabush Shaghir wal Adabur Kabir, berpesan; “Belajarlah menjadi pendengar yang baik sebagaimana engkau belajar menjadi pembicara yang baik. Salah satu bukti mendengarkan dengan baik ialah memberi waktu kepada pembicara untuk menyelesaikan pembicaraannya, tidak sering beralih untuk menjawab, menghadapkan wajah dan pandangan kepada pembicara, serta menyadari apa yang diucapkan.” Keterampilan mendengar yang baik akan membuat seseorang yang mengajak kita berbicara lebih menghargai kita. 

 JUJUR

Apakah kamu pernah dibohongi,,?? Bagaimana rasanya, sakit bukan? Apalagi yang membohongi itu sahabat kita sendiri, sudah pasti sakitnya susah tuk dihilangkan. Di dalam menjalin persahabatan kejujuran sangat penting karena sahabat yang baik adalah seorang sahabat yang jujur, suka berterus terang dan tidak menyembunyikan sesuatu dari kita. bicaralah dengan jujur meskipun itu menyakitkan, ketika kita berfikir jujur berarti kita menghargai hak-hak dan kebutuhan diri sendiri juga. Umar bin Khathab ra., berkata; "Bersahabatlah dengan sahabat yang jujur, sebab engkau akan berada di sisi mereka. Mereka hiasan ketika dalam kesenangan dan menjadi bekal saat ada bencana. Dudukkan urusan temanmu sesuai dengan kebaikannya sampai dia membawakan untukmu sesuatu yang engkau benci darinya. Hindarilah musuhmu, serta berhati-hatilah terhadap temanmu kecuali yang terpercaya. Dan tidak ada sahabat yang terpercaya kecuali orang yang takut kepada Allah. Janganlah engkau bergaul dengan orang durjana, dikhawatirkan engkau belajar pada kedurjanaannya, dan janganlah engkau membuka rahasiamu kepada nya. Mintalah nasihat dalam urusanmu kepada mereka yang sangat takut kepada Allah."

TULUS

Tulus berarti sungguh-sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci), jujur, tidak pura-pura dan ikhlas dalam menerima persahabatan apa adanya. Sahabat yang tulus adalah cermin kebaikan dan keburukan kita, sahabat yang hanya memperlihatkan kebaikan kita saja adalah sahabat yang palsu dan pembohong, sebaliknya seorang sahabat yang tulus akan selalu mengingatkan akan keburukan-keburukan kita. Sahabat yang tulus mau menerima kita dengan segenap kelebihan dan kekurangan, apa adanya bukan karena ada apanya. Ia memberi tanpa pamrih, tak menghaap imbalan apalagi pujian, ia ikhlas menolong kapan saja kita butuhkan. Tulus merupakan cermin sikap adanya kasih sayang, layaknya seorang hamba yang tulus beribadah demi menggapai Ridha Ilahi tanpa menginginkan pujian makhluk lain atau hal-hal lain yang bersifat dunia. Sebagaimana pesan Rasulullah, "Peganglah oleh kalian saudara-saudara yang tulus, karena sesungguhnya mereka adalah perhiasan saat senang dan pelindung saat susah."

PAHAMI KARAKTERNYA 

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna, tetapi setiap orang punya kelebihan dan kekurangan itu juga mutlak adanya. Manusia memiliki karakter yang berbeda-beda, apa yang kita pikirkan tentu tidak sama dengan yang orag lain pikirkan. Pergaulan dan lingkungan kita sehari-hari turut membentuk karakteristik kepribadian kita. Tidak mudah untuk mengerti dan memahami karakter seseorang, dibutuhkan rasa toleransi yang tinggi untuk itu. contohnya nih, sahabat kita adalah orang yang sangat perasa atau sensitif maka kita harus berbicara dengan cara yang halus agar dia tidak mudah tersinggung. Seorang sahabat yang baik harus bisa mengerti dan memahami bagaimana karakter dan kebiasaan sahabatnya, jika kita menginginkan persahabatan itu langgeng kita harus bisa menyesuaikan diri dengan karakter sahabat kita. Menyesuaikan diri bukan berarti kita ikut-ikutan dengan sifat buruk nya juga, tapi kita harus fleksibel dalam membawa diri, harus bisa memilah-milah mana yang baik dan mana yang buruk.

JADILAH 'SUMUR' YANG DALAM 

menjadi sumur yang dalam artinya kita mampu menyimpan rahasia sahabat kita serapat-rapatnya, karena jika sudah dimaksud untuk di rahasiakan berarti itu bukan untuk konsumsi publik sehingga menjadi rahasia umum, apalagi jika itu menyangkut harga diri atau mungkin adalah aib sahabat kita. Jangan sampe cap 'musuh dalam selimut' akan menempel ke kita selamanya, ngak keren banget kan predikatnya,,! karena itulah jika kita ingin di hargai sebagai seorang sahabat yang baik, ya harus pandai menyimpan rahasia sahabat kita. "Rahasia adalah tawananmu, jika kau bicarakan maka engkau sendiri yang akan menjadi tawanannya." (Ali bin Abi Thalib ra.)

SALING MEMBERI NASIHAT DAN MOTIVASI

Persahabatan akan lebih bermakna ketika di dalamnya di hiasi oleh ukhuwah dengan pondasi aqidah yang menebar nilai kearifan dan kasih sayang. seorang sahabat yang baik akan selalu mengingatkan kita untuk selalu teguh melaksanakan perintah Allah dan selalu istiqomah di jalan_Nya. Rasulullah pernah bersabda,  "Jika seseorang dari kalian memiliki nasihat yang perlu untuk di sampaikan kepada saudaranya, hendaklah dia menyampaikannya." (HR. Ibnu 'Adi)
Sahabat ialah seseorang yang tidak selalu membenarkan kita, karena dia akan jujur jika kita berbuat kesalahan dan dia tidak akan menyembunyikan kekeliruan kita. Dia akan memberikan kritik yang baik bersifat membangun bukan malah melemahkan orang yang dikritik, itulah hakikat dari nasihat. Nasihat menasihati adalah kewajiban seorang muslim dan itu merupakan perwujudan dari Amar Ma'ruf Nahi Mungkar. Mari kita membiasakan diri untuk saling terbuka menerima kritik dan nasihat demi perbaikan diri. Seorang Imam Ibnu Hazm pernah berpesan, "Maka wajib atas seseorang untuk selalu memberi nasihat, baik yang diberi nasihat itu suka ataupun benci, tersinggung atau tidak tersinggung. Apabila engkau memberikan nasihat maka nasihatilah secara rahasia, jangan dihadapan orang lain dan cukup dengan memberi isyarat tanpa terus terang secara langsung. Kecuali apabila orang yang dinasihati tidak memahami isyarat mu, maka harus secara terus terang,...."
Sahabat yang baik juga senantiasa memberikan motivasi kepada kita, baik itu dikala sedang di rundung masalah maupun dalam keadaan bergembira. Dia akan memberikan semangat terbaiknya untuk bekal langkah-langkah kita ke depannya, semangat untuk maju dan berprestasi serta mendukung ke arah yang positif. Maka hendaklah kita selalu menjadi sahabat yang suportif,,!

HORMATI PILIHAN HIDUPNYA

Meskipun kita tidak selalu setuju dengan pilihan yang diambil oleh sahabat kita, bukan berarti kita boleh mengintervensi hidupnya. Tugas kita hanyalah memberi masukan, semua keputusan tetap berada ditangan nya. Jangan pernah mendominasinya ketika ia dihadapkan pada pilihan-pilihan yang mengharuskannya mengambil keputusan untuk hidupnya. Walau bersahabat, tetapi kalian adalah dua individu dengan kepribadian yang berbeda, sikap yang dominan malah akan menimbulkan masalah. Jika yang satu merasa dikuasai yang lain, maka akan terjadi kesenjangan seperti atasan dan bawahan jadinya. Bersahabat itu semestinya sama kedudukannya, tidak boleh ada doktrin siapa harus mengikuti kehendak siapa, semua berhak menentukan jalannya sendiri-sendiri.

MENEPATI JANJI

Menepati janji merupakan salah satu sifat pribadi yang mulia, jika kita sudah berjanji maka wajib hukumnya untuk menepati.
Baik lisan ataupun tulisan, yang nama nya janji adalah hutang.  Jika kita melanggar janji  maka kita dikategorikan  sebagai orang munafik. Sebagaimana Hadits Rasulullah, “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yakni apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji  ia mengingkari, dan apabila dipercaya ia mengkhianati.” (HR. Bukhari)  Usahakanlah untuk selalu menepati janji, jka kita merasa tidak mampu atau khawatir tidak bisa menepatinya, mending jang berjanji.  Karena kemampuan kita untuk menepati janji berarti menunjukkan kualitas pribadi kita, rasa kepercayaan dipertaruhkan di dalamnya. Selain itu pun janji akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah kelak, karena membayar hutang memiliki kedudukan yang kuat di sisi Allah.

JAGA KOMUNIKASI 
 

Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia, dari sejak lahir dan selama proses kehidupannya, manusia akan selalu terlibat dengan tindakan-tindakan komunikasi. Tindakan komunikasi dapat terjadi dalam berbagai konteks kehidupan manusia, mulai dari kehidupan yang bersifat individual, di antara dua orang ataupun lebih (keluarga, kelompok atau organisasi). Komunikasi dalam persahabatan justru sangat di perlukan untuk menjaga kelangsungan jalinan persahabatan itu sendiri. Tanpa ada komunikasi yang baik, mustahil sebuah persahabatan akan bertahan lama. Dalam komunikasi, kita harus menghormati antar personal agar tercipta suatu hubungan yang harmonis. Nah,, sekarang gimana ya kira-kira cara membangun pola komunikasi yang baik dengan sahabat..?  Sahabat fillah,,, ini dia kiat-kiatnya;
  • Pancing dan dorong sahabatmu untuk membicarakan tentang dirinya, karena setiap orang pasti punya kisah hidup dan keunikan sendiri. Berilah tanggapan dan bersikaplah antusias dalam mendengarnya.  
  • Hargailah segala hal yang menjadi kepentingan dan prioritasnya, serta hormati argumen dan keputusannya.
  • Jangan mengatakan dengan terang-terangan kalau dia salah, tapi carilah cara yang cerdas untuk menunjukkan bahwa dia salah tanpa menyinggung perasaannya.
  • Sesekali kita harus membiarkan sahabat kita mengungguli kita dalam suatu hal, walaupun mungkin sebenarnya kita bisa unggul dalam hal itu. Berilah dia penghargaan yang  membuatnya makin bersemangat untuk meningkatkan kemampuan dirinya.
  • Tunjukkan kalau kamu peduli dengannya, misalkan dengan memberi kejutan di hari istimewanya. Kepedulian selalu dirindukan dalam sebuah persahabatan.
  • Selalu perlakukan dia dengan penuh rasa hormat, saat kita bisa bersikap seperti itu pasti sahabat kita juga akan berlaku demikian terhadap kita.
  • Selalu beri dorongan padanya untuk melakukan segala sesuatunya lebih baik dan lebih baik lagi.
  • Jangan coba meluruskan kesalahannya secara terang-terangan di muka umum, karena hal itu akan membuatnya malu dan tertekan. Sebaliknya beri nasihat padanya saat kalian sedang berdua.
  • Selalu hargai waktu-waktunya, usahakan untuk tidak mengingkari janji dan tidak menyia-nyiakan waktu nya.
  • Keep Contact. Persahabatan tidak mengenal jarak dan waktu, meski tidak bisa selalu bertemu tanyakan kabarnya melalui telpon, sms, chating atau bentuk komunikasi lainnya. Di zaman yang serba canggih ini, komunikasi bisa melalui berbagai media. Karena itu manfaatkanlah media itu sebaik-baiknya dan tetap menjaga ukhuwah antar sahabat.
  • Jangan lupa untuk selalu menebarkan senyum, karena cara berkomunikasi yang baik dan termudah adalah dengan tersenyum.